PKKMB UNIVERSITAS LAMPUNG (14-15 Agustus 2025)
Perjalanan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila) dimulai dengan PKKMB yang tak hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi wadah krusial untuk menanamkan visi dan misi besar kampus. Selama dua hari, mahasiswa disuguhkan materi yang dirancang untuk membuka wawasan mereka tentang peran strategis sebagai agen perubahan bangsa di era digital.
Visi Kampus dan Jati Diri Mahasiswa
Sesi pertama memperkenalkan profil dan sejarah singkat Unila, menyoroti visi ambisius untuk menjadi universitas kewirausahaan pada tahun 2045. Materi ini menegaskan bahwa mahasiswa baru bukan hanya objek pendidikan, melainkan subjek aktif yang akan menjadi motor penggerak pencapaian visi tersebut. Mahasiswa disadarkan bahwa tantangan di era digital membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan akademis; ia butuh karakter kuat, semangat kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi yang masif.
Materi lain yang tak kalah penting adalah penjabaran tentang Society 5.0 dan Visi Indonesia Emas 2045. Kedua konsep ini menjadi penekanan utama, mengajak generasi muda untuk tidak hanya melek teknologi, tetapi juga menjaga moral, etika, dan persatuan. Pembekalan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan integritas dan nasionalisme yang kokoh.
"PKKMB Unila adalah lebih dari sekadar orientasi. Ini adalah fondasi awal untuk menanamkan kesadaran bahwa setiap langkah di kampus adalah bagian dari kontribusi besar menuju Indonesia yang lebih baik."
Bekal untuk Kehidupan Kampus yang Sehat dan Aman
Hari kedua PKKMB universitas lebih fokus pada aspek praktis dan kesejahteraan mahasiswa. Selain materi tentang literasi teknologi dan pengembangan soft skills, mahasiswa juga diperkenalkan dengan ekosistem dukungan yang tersedia di kampus. Layanan Satgas PPKPT disosialisasikan untuk memastikan lingkungan kampus bebas dari kekerasan seksual dan perundungan akademik. Program P4GN dan layanan Poliklinik Unila juga dijelaskan, menegaskan komitmen kampus dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman narkoba.
Pada intinya, PKKMB universitas berfungsi sebagai gerbang pertama yang membentuk mentalitas dan karakter mahasiswa, mempersiapkan mereka tidak hanya untuk menuntut ilmu, tetapi juga untuk berkontribusi secara nyata di masyarakat.
---PKKMB FAKULTAS DAN JURUSAN (19-20 Agustus 2025)
Setelah mendapatkan gambaran besar, PKKMB di tingkat fakultas dan jurusan mengantarkan mahasiswa ke detail yang lebih spesifik. Di FMIPA Universitas Lampung, fokus beralih ke navigasi dunia akademis, memastikan setiap mahasiswa memahami aturan main dan sistem yang berlaku.
Memahami Mekanisme Akademik: KRS hingga Skripsi
Sesi ini menjelaskan secara rinci peraturan akademik yang berlaku mulai Agustus 2025. Mahasiswa diajari mekanisme pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) yang krusial, sistem penilaian, hingga hak dan kewajiban selama studi. Struktur kurikulum juga dibedakan dengan jelas antara programSarjana (S1) dan Diploma 3 (D3).
Ringkasan Perbedaan S1 & D3:
- Sarjana (S1): Menempuh 144 SKS dalam waktu ideal 4 tahun. Fokus pada penguasaan ilmu secara mendalam, dengan kewajiban menyelesaikan skripsi atau proyek akhir.
- Diploma (D3): Menyelesaikan 108 SKS dalam waktu 3 tahun. Berorientasi pada kesiapan kerja, dibuktikan dengan kewajiban magang minimal satu semester setara 20 SKS.
Administrasi Digital dan Aturan Main yang Tegas
Fakultas juga memperkenalkan layanan digital seperti Siakadu Online untuk administrasi akademik dan Saidata FMIPA untuk data internal, mempermudah mahasiswa dalam mengelola studi mereka. Sistem penilaian dengan bobot mutu dijelaskan secara transparan, termasuk syarat IPK minimal 2.00 untuk kelulusan. Aturan mengenai cuti akademik (maksimal dua semester setelah semester pertama) juga disampaikan, disertai dengan konsekuensi tegas seperti risiko drop out bagi yang melanggar, seperti menunggak UKT atau melampaui batas waktu studi.
PKKMB fakultas dan jurusan menjadi bekal praktis yang vital. Dengan pemahaman mendalam ini, mahasiswa diharapkan dapat merencanakan studi dengan matang, menghindari hambatan akademis, dan pada akhirnya, menyelesaikan pendidikan tepat waktu dengan prestasi yang membanggakan. Ini adalah langkah konkret dari teori menuju praktik, dari orientasi menjadi aksi nyata.
0 Komentar